25.5.21

Gedung BRI Tutup Imbas Merger Bank Syariah di Aceh

 Tutup gedungnya, Bank BRI KCP Rimo Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil Propinsi Aceh. Sedih dan prihatin yang saya alami sebagai salah satu nasabah sejak dibangku SD dikenalkan oleh orang tua untuk menabung di bank. Lebih aman dari pada di rumah "ucap orang tua saya". 



Awal tahun 2021 aktivitas perbankan ini sudah tidak terlihat lagi, pada tahun 2020 gedung ini sudah berubah ke sistem syariah. Dikenal sebagai BRIS (Bank Rakyat Indonesia Syariah), karena memang Perda Aceh Qanun No.11 tahun 2018 melarang perbankan selain sistem syariah. sehingga bank sistem konvensional yang ada di propinsi Aceh harus ke sistem syariah.

Walaupun bank ini berlevel kecamatan, namun memiliki fasilitas teknologi dua unit ATM untuk tarik tunai dan transfer dan satu unit ATM CRM (Anjungan Tunai Mandiri Cash Recycle Machine) yang dikenal mesin stor untuk mengurangi antri di teller. sehingga totalnya ada tiga unit mesin ATM

Kelebihan lainnya adalah dapat melakukan pembayaran Pajak Bumi Bangunan (PBB) yang sudah terhubung langsung dengan kas daerah. berbeda dengan BRI Cabang Singkil yang jaraknya kurang lebih 500m tidak dapat melakukan pembayaran PBB di teller.

 Namun sayang, gedung bank ini harus tutup. Penutupan ini bukan karena ekonomi negara hancur atau tidak ada peminat nasabahnya, namun penuntupan ini dikarenakan merger bank syariah yang dilakukan oleh pihak pemerintah menjadi satu nama ke Bank Syariah Indonesia (BSI).

Asumsi penulis, dikarenakan di satu desa kami dua gedung BRIS dan satu gedung BSM. karena harus menjadi satu nama ke BSI, otomatis sudah kelebihan gedung nama yang sama dan penghematan operasional kas dan lain-lainnya maka satu gedung bekas BRI ini harus ditutup. Sehingga selama ini saya cukup terbantu dengan ATM CRM dan pemabayaran PBB sekarang sudah tidak bisa lagi. Untuk pembayaran PBB tahun 2021 ini belum tahu ntah kemana pembayarannya?

Cukup terlihat dari gambar diatas, ruang ATM dipintu "ATM Kosong" dan didalamnya dua unit ATM sudah tidak ada lagi.

Ternyata bukan gedung bank di desa saya saja yang tutup, saat saya ke Kotamadya Subulussalam Propinsi Aceh. Terlihat disamping minimarket dahulunya juga gedung BRI, sekarang sudah tidak ada lagi, bahkan di gedungnya tertulis "disewakan". mungkin nasibnya sama seperti di desa saya, kelebihan gedung bank syariah. Karena memang tidak ada lagi bank konvensional.

Kalau di ibukota propinsi masih ditemukan bank syariah swasta, tapi kalau di kabupaten dan kecamatan yang selama ini banyak gedung BRI namun sekarang harus tutup.

No comments: