28.3.13

SMS Penipuan dan Web Penipuan

Ada pernah terima SMS mendapatkan hadiah?
apakah uang maupun mobil?
hati-hatilah anda dan jangan cepat percaya, apalagi sekarang anda diminta untuk membuka link / situs akan kemenangan anda beserta PIN kemenangan anda akan hadiah tersebut.

Jangan mudah percaya, karena semuanya penipuan. terutama anda tidak pernah mengikuti point atau undian lainnya. bila anda juga dikabari menang dan diminta untuk mencek web/situs beserta PIN sebagai tanda kemenangan anda maka, semuanya itu penipuan. coba perhatian web penipu tersebut :


Jelas-jelas web/situs dari perusahaan tersebut tidak ada yang menggunakan blog/blogger, sebagai mana gambar diatas tampak berita resmi dari operator anda, tapi sayang web/situsnya http://info-tselpoin.blogspot.com/p/blog-page.html (terdapat kalimat blogspot). Agar anda tidak tertipu ada baiknya anda gunakan langkah sebagai berikut :
  1. Hubungi kantor gapari operator terdekat anda.
  2. Hubungi nomor telpon senter bebas pulsa operator anda.
  3. Bila tidak pernah ikut kuis/point atau sejenisnya, jangan cepat percaya.
  4. Segera menanyakan ATM anda, jelas penipuan.
  5. Segera hapus sms pemberitahuan, agar setan tidak kembali merayu anda.

Semoga bermanfaat bagi anda agar tidak tertipu lagi



27.3.13

Cerita Naruto Chapter 525

MIMPI YANG SEBENARNYA

Hashirama tentu saja kaget ketika mendengar pilihan yang Madara tawarkan. Orang-orang Senju bahkan lebih kaget lagi, dan berkata, "Membunuh adikmu atau membunuh dirimu sendiri, pilihan macam apa itu, hah!?"

Sat! Hashirama memberi aba-aba dengan tangannya supaya mereka diam. Ia ingin memikirkannya sendiri. Tapi, Tobirama tetap berbicara. "Lelaki ini gila." ucapnya. "Apa rencanamu sekarang, kakak?"

"Apa kau akan membunuhku? Atau kau mau bunuh diri seperti omong kosong yang lelaki ini katakan? Bodoh sekali. Jangan dengarkan dia, kakak!"

Tobirama mendesak kakaknya. Tapi secara mengejutkan, Hashirama malah berkata pada madara, "Terimakasih, Madara. Kau memang orang yang simpatik."

Madara memberikan Hashirama dua pilihan, yang artinya ia tak harus membunuh adiknya sendiri. Madara mengerti perasaan seseorang yang memiliki saudara.

"Dengarkan aku, Madara, ini akan menjadi permintaan terakhirku." ucap Hashirama sambil bersiap dengan sebuah kunai di tangannya. Ya. Hashirama melepas jubah perangnya dan akan menusukkan kunai itu ke perutnya sendiri. Hashirama akan bunuh diri.

"Tak hanya dirimu, semua yang ada di klan kita juga harus melakukan hal yang sama. Setelah aku mati, jangan membunuh Madara. Uchiha dan Senju tak boleh saling bertarung satu sama lain lagi. Berjanjilah, demi ayah kalian, dan cucu kalian yang belum lahir. Sampai jumpa..."

Hashirama tersenyum, namun tak bisa ditutupi air matanya metes. Masa-masa yang sempat mereka lalui terlintas, terutama batu yang menjadi tanda pertemuan mereka. Batu yang waktu itu telah mereka buang, secara mengejutkan belum benar-benar terjatuh ke dasar sungai, melainkan masih terapung.

Begitu juga dengan Hashirama kini. Hubungannya dengan Madara yang dia pikir akan segera berakhir, tiba-tiba tersambung kembali. Secara tiba-tiba, Madara memegang tangan Hashirama sesaat sebelum ia menusuk perutnya.

"Sudah cukup. Aku sudah bisa melihat tekadmu..."

Setelah pertempuran yang berlangsung begitu lama, akhirnya Uchiha dan Senju menyatukan kekuatan. Hari itu adalah awal bagi perdamaian antara kedua belah pihak. Bagi Hashirama, hari itu seperti mimpi. Tak akan ada lagi orang yang menjadi korban, tak akan ada lagi anak kecil yang mati...

Setelahnya mereka mulai membangun desa. Kemudiam, mereka juga bekerja sama dengan negara api guna membuat sebuah negara yang damai, yang menganggap negara dan desa berada pada tingkat yang sama. Mimpi sejak kecil Hashirama, akhirnya menjadi kenyataan.


"Apa kau masih ingat?" Hashirama dan Madara dewasa berdiri di puncak bukit batu sambil melihat ke arah desa yang telah mereka bangun. "Saat kita berbicara di sini, saat kita masih anak-anak..."

"Ya.." sahut Madara.

"Kupikir itu hanya mimpi. Aku bisa saja melakukannya kalau aku mau, tapi..."
"Mimpi itu akan menjadi kenyataan." ucap Hashirama. "Kepala shinobi, yang akan melindungi negara api dari bayangan. Hokage ... bagaimana menurutmu?"
"Apa itu?" tanya Madara.
"Negara api meminta agar kita memutuskan seorang pemimpin untuk desa ini. Aku ingin kau menjadi pemimpinnya, menjadi Hokage." ucap Hashirama. "Kau memang sudah tidak memiliki saudara lagi. Tapi, aku ingin kau menganggap semua shinobi yang ada di desa ini sebagai saudaramu. Aku ingin kau menjaga mereka."

"Aku... aku bahkan tak mampu menjaga adikku yang sebenarnya." ucap Madara.
"Ayolah, tak ada waktu untuk menyesali hal itu." ucap Hashirama. "Lalu, selain Uchiha dan Senju, klan Sarutobi dan Shimura juga ingin menjadi rekan kita."

"Mustahil... apa kau serius?"
"Ya. Dan tidak cuma mereka. Selanjutnya desa pasti akan terus tumbuh. Kemudian, kita harus memberi desa ini nama. Apa kau punya ide?"

Madara yang kebetulan sedang membawa daun yang tengahnya berlubang sejenak terdiam. Kemudian melalui lubang di daun itu, ia melihat ke arah desa. Lalu ide muncul, "Desa... yang tersembunyi di balik daun, konoha. Bagaimana menurutmu?"

"..." Hashirama tertunduk suram. "Sederhana sekali... tak ada pelesetannya sama sekali..."

"Hei, istilah Hokage yang kau buat juga sama, kan!?" bentak Madara. "Dan ngomong-ngomong, apa sampai sekarang kau masih suka depresi seperti itu???"

Memang butuh waktu yang lama, tapi saat itu Hashirama merasa kalau pada akhirnya mereka akan bisa menjadi teman yang akrab untuk selamanya.

"Apakah hokage akan selalu berada di desa dan menjaganya?" tanya Madara.
"Ya, tapi tak hanya itu." sahut Hashirama. "Dengan tumbuhnya desa, hokage pasti akan menjadi semakin sibuk. Itulah kenapa aku ingin mengukir wajahmu di batu besar ini, sebagai simbol kalau kau akan selalu melindungi desa."

Memang butuh waktu yang lama, tapi saat itu Hashirama merasa kalau pada akhirnya mereka akan bisa menjadi teman yang akrab untuk selamanya.

"Apakah hokage akan selalu berada di desa dan menjaganya?" tanya Madara.
"Ya, tapi tak hanya itu." sahut Hashirama. "Dengan tumbuhnya desa, hokage pasti akan menjadi semakin sibuk. Itulah kenapa aku ingin mengukir wajahmu di batu besar ini, sebagai simbol kalau kau akan selalu melindungi desa."

"Apa kau bercanda?"
"Yaah, mungkin aku akan sedikit memodifikasinya, karena wajahmu sedikit menyeramkan." ucap hashirama.

"Ah, jadi kalian di sini..." Tiba-tiba Tobirama datang dan menghampiri mereka. "Kenapa kalian malah sibuk di sini? Pemimpin negara api datang untuk berdiskusi!!" ucapnya.

"Tobirama..." Madara melihat ke arahnya, dan Tobirama membalas dengan tatapan yang masih belum bisa bersahabat.

Di ruangannya, Hashirama menceritakan mengenai usulnya untuk menjadikan Madara sebagai pemimpin pada Tobirama. Dan tegas tegas, Tobirama tidak setuju. "Hokage!? Jangan memutuskannya seenaknya!! Kalau kau ingin merekomendasikan Madara sebagai pemimpin desa, itu tak apa. Tapi sebelum mengambil keputusan akhir, kita harus mendiskusikannya terlebih dahulu pada orang-orang yang tinggal di desa dan negara ini, dan berkonsultasi dengan tetua. Ini berbeda dari saat ayah kita masih hidup."

"Tapi..."

"Dan lagi, Uchiha Madara tak akan pernah dipilih sebagai ketua. Semua orang tahu kalau kaulah yang telah membangun desa ini. Bahkan klan Uchiha mengakuinya. Juga, kau sudah mendengar rumor tentang Uchiha, kan? Semakin mereka dipenuhi kebencian, mata mereka akan menjadi semakin kuat. Kurasa itulah cara kerja sharingan. Kau tak pernah tau apa yang akan mereka lakukan. Yang desa butuhkan adalah..."

"Berhenti bicara seperti itu, Tobirama!" bentak Hashirama. Dan mendadak, terdengar suatu suara dari jendela.

Hashirama langsung membuka jendela, tapi sudah tak ada siapa-siapa di sana. "Kurasa barusan ada orang di sini. Tobirama, kau juga merasakannya, kan?"

"Aku tak sedang memfokuskan chakra sekarang. Dan, jangan mengubah topik pembicaraan kita, kakak!"

"!!!" Hashirama kaget. Di atas genteng, terlihat daun berlubang yang sebelumnya Madara bawa. Tampaknya, Madara mendengar percakapan mereka.

"Mulai dari sekarang, kita akan menggunakan sistem demokrasi. Apa kau keberatan dengan itu, kakak?"

"Tidak, tidak apa." ucap Hashirama.

Pada akhirnya, yang menjadi hikage adalah Hashirama, dan wajahnya telah dipahat pada bukit batu besar yang ada di pinggir desa.

Suatu ketika pada awal-awal masa jabatannya, Hashirama pernah diajak oleh Madara ke monumen Uchiha, tempat yang sebenarnya hanya klan Uchiha yang diperbolehkan untuk masuk.

"Monumen batu ini telah diwariskan dari generasi ke generasi, dan tak pernah ditunjukkan pada klan lain. Ini adalah monumen spesial, yang untuk membacanya kau harus menggunakan teknik mata. Sejauh yang bisa kubaca sekarang, monumen ini mengatakan... Untuk mencapai kestabilan, seorang desa dibagi menjadi Yin dan Yang. Aksi dari kedua kekuatan yang berlawanan ini menciptakan segala sesuatu yang ada di alam."

"Logika ini berlaku pada apapun." ucap Madara lagi. "Dengan kata lain, ini mengatakan kalau dua kekuatan berlawanan itu menggabungkan kekuatan, kebahagiaan yang sesungguhnya akan bisa diraih. Akan tetapi, terdapat penafsiran lain..."
"!?"

"Hashirama, apa kau pikir aku tak tahu?"

"Serahkan Tobirama padaku!" ucap Hashirama sebelum Madara melanjutkan perkataannya. "Aku tak bisa melakukannya tanpamu. Sebagai tangan kanan hokage, sebagai saudaraku, bekerja samalah denganku. Orang-orang akan mulai mengerti dirimu. Dan saat itu, kau akan menjadi hokage kedua."

"Mungkin juga adikmu Tobirama yang menjadi hokage kedua." ucap Madara. "Dan jika itu terjadi, klan Uchiha akan dimusnahkan. Karena tahu hal itu, aku memberitahu anggota klan Uchiha lainnya agar mereka segera keluar dari desa. Tapi, tak seorangpun mau mendengar kata-kataku."

"Aku tak bisa melindungi adikku, dan sekarang mungkin aku juga tak akan bisa melindungi klanku. Meskipun aku sudah berjanji pada adikku, anggota klanku tak mau mempercayaiku, walau aku ingin melindungi mereka."

"Itu tidak benar, semuanya pasti akan menyadari kalau..."

"Mungkin saat itu, aku harus memerintahkanmu untuk membunuh adikmu." ucap Madara. "Kau berkata kalau aku adalah saudara. Tapi demi desa, kau akan membunuhku atau dia?"

Hashirama terdiam.

"Aku mengerti posisimu." ucap Madara lagi. "Tapi, aku tak bisa melakukannya lebih dari ini. Aku... aku akan pergi meninggalkan desa. Aku telah menemukan jalan lain. Setelah kita sama-sama menunjukkan tekad kita, aku sadar... kerja sama hanyalah pertarungan diam-diam."

"Itu tidak benar! Aku tak akan membiarkanmu!!" ucap Hashirama.
"Itu tergantung bagaimana caramu melihat kenyataan, Hashirama! Ayo kita berhenti bersikap merendahkan diri. Setidaknya... Lebih baik bagi kita melihat dunia ini hanya sebagai hiburan saja."

"Apa kau mendengarku, madara!?"

Madara terus berbicara, "Kau adalah satu-satunya yang bisa bersaing denganku. Sementara aku berjalan menuju mimpiku yang sesungguhnya... Aku akan menikmati pertarungan denganmu."

Sejak saat itu, Madara benar-benar berubah menjadi iblis.



Bersambung.....

Sumber : Benzeta

26.3.13

Logo dan Bendera Aceh

Pemerintahan Aceh di masa kepemimpinan Zaini dan Muzakir selaku Gubernur dan Wakil Gubernur yang menggantikan kepemimpinan Irwandi berhasil mengganti logo propinsi yang selama ini di kenal dengan pancacita dan menggunakan bendera propinsi sendiri yang tidak jauh berbeda dengan bendera perjuangan masa konflik dahulu. keberhasilan ini tidak terlepas dari pengesahan dan perumusan di DPR Aceh.



Pergantian bendra dan lambang daerah yang berbentuk singa dan burak sudah sah dapat digunakan secara luas di berbagai lintas instansi pemerintah dan vertikal serta lembaga lainnya di Aceh. Penggunaan bendera dan lambang Aceh ini mulai berlaku terhitung 25 Maret 2013 setelah Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah meneken Qanun Nomor 3 Tahun 2013 tentang bendera dan lambang Aceh, qanun tersebut juga sudah diundangkan dalam lembaran Aceh tahun 2013 Nomor 3 dan berlaku untuk pertama kali secara yuridis formal.

" Edrian didampingi Kepala Biro Humas Setda Aceh, Nurdin F Joes menyebutkan, sesuai MoU Helsinki dalam artikel 1.1. Undang-Undang tentang Penyelenggaraan Pemerintahan di Aceh dan artikel 1.1.5. Aceh memiliki hak menggunakan simbol-simbol wilayah termasuk bendera, lambang dan himne. Atas dasar persetujuan bersama antara DPR Aceh dan Gubernur, maka Gubernur Aceh selaku Kepala Pemerintah Aceh menetapkan Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh pada 25 Maret 2013. Qanun tersebut diundangkan dalam Lembaran Aceh Tahun 2013 Nomor 3 dan Tambahan Lembaran Aceh Nomor 49.

Ketua Badan Legislasi DPRA, Abdullah Saleh SH yang dihubungi Serambi, Senin (25/3) juga mengakui mulai Senin, 25 Maret 2013 Lembaran Aceh Tahun 2013 Nomor 3 ditambah Lembaran Aceh Nomor 49 telah berlaku secara sah menurut hukum sesuai Pasal 233 Undang-Undang Pemerintahan Aceh. 

“Dengan telah ditetapkan dalam Lembaran Aceh, maka pengibaran bendera Aceh sebagaimana diatur Qanun Aceh tersebut sudah dapat dilaksanakan. Prinsipnya (bendera) sudah bisa dinaikkan. Namun dalam pelaksanaannya perlu persiapan, termasuk mempersiapkan tiang dan bendera,” kata mantan advokad senior ini.

Abdullah Saleh menjelaskan, kehadiran Qanun Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera Aceh dan Lambang, dimaknai dalam kerangka pelaksanaan damai Aceh sebagaimana ditetapkan dalam MoU Helsinki dan UUPA." (harian serambi indonesia)








 Namun, pengibaran bendera Aceh memiliki aturan yang mana tingginya tidak lebih tinggi dari bendera Merah Putih. Kewajiban setiap yang berdomisili di Aceh wajib memelihara, menjaga, menggunakan bendera dan lambang Aceh sebagai keistimewaan rakyat Aceh. Dan mendapat hukuman yang berat bila ada yang merusak, merobek, menginjak-injak dan membakar dan atau menodai, merendahkan kehormatan bendera akan diancam dengan pidana kurungan paling lama 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp. 50 juta sebagaimana tertuang pasal 26 qanun nomor 3 tahun 2013 ungkap Abdullah Saleh.

19.3.13

Cerita Naruto Chapter 624

AIKO

Sebelumnya di Naruto Shippuden, Hashirama dan Madara telah merencanakan sesuatu dengan menulis pesan singkat dibatu kecil sebagai tanda akan terjadi sesuatu terhadap mereka, namun pada akhirnya pertarungan yang hebat antara kedua klan pun tak terelakkan!

GUBRRAAKK! 

Hashirama Edo Tensei melanjutkan kisah masa lalunya : "SEPERTINYA KEDUA BELAH PIHAK MEMILIKI RENCANA YANG SAMA. KINI SITUASINYA PUN SAMA. SENJU BUTSUMA dan UCHIHA DAJIMA MEMILIKI KEKUATAN YANG SEIMBANG! SHINOBI DILATIH UNTUK TENANG SELAMA PERTARUNGAN. JIKAKAU RAGU MESKIPUN SESAAT, KAU AKAN MEMBUAT CELAH YANG AKAN MEMBAHAYAKAN HIDUPMU!"

Cerita itu dibarengi dengan kejadian flashback mereka waktu kecil.

Madara dan Hashirama kecil yang menjauh dari tempat itu berteriak dengan maksud menghentikan serangan dadakan dari kedua klan : Hentikan!

Hashirama Edo bercerita kembali :"TAPI KEDUA ORANG ITU TAHU!JIKA ANAK MEREKA MATI DIDEPAN MEREKA, HATI MEREKA AKAN HANCUR, WALAUPUN HANYA SEDIKIT! DENGAN KATA LAIN. PERTARUNGANNYA AKAN DIMULAI OLEH SIAPA YANG MENYERANG DULUAN." 

Mereka terus bersaing, hingga pada akhirnya kedua dari mereka memiliki kesempatan yang sama untuk menyerang kelemahan masing-masing.

WETTHH!!

Saat shuriken dan sebilah pedang kecildilemparkan dan mengarah tepat kepada Izuna dan Tobirama, mereka berdua yang semula menjauh, menggunakan batu kecil tadi untuk menghentikan serangan tersebut dengan melemparnya untuk melindungi adiknya masing-masing! 


CTANKKK!!!

Madara berhadap-hadapa ­n dengan Hashirama : Aku tidak peduli siapa kau, namun aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti adikku! Sepertinya kita tidak akan bisa mewujudkan impian bodoh kita!
Hashirama sedikit kaget dengan perkataan ayahnya yang ternyata benar : Madara, kau?
Madara : Memang tidak berlangsung lama, tapi aku senang, Hashirama.
Dajima (Ayah Madara) : Kini 3 lawan 3, kau bisa melakukannya, Madara.
Madara : Tidak, Hashirama lebih kuat dariku. Jika kita melawan mereka, kitaakan kalah.
Izuna heran : Ada seseorang yang lebih kuat daripada kakak?
Dajima : Aku mengerti, aku tidak tahu kalau dia sekuat itu.
Madara memutuskan untuk mundur : Kami pergi. Sampai jumpa.
Hashirama : Madara, Kau! Kau tidak benar-benar menyerah, kan? Kau tidak akan berubah.
Madara : Setelah mengetahui kau adalah Senju, semuanya pasti akan berbeda. Adikku dibunuh oleh klan Senju. Karena itulah kita tidak perlu mengadakan perhelakan sengit disini, karena kita akan bertemu di medan perang, "SENJU" Hashirama!

Untuk kali pertama itulah, Madara memanggil Hashirama dengan nama depan Marga/Klannya!

Madara juga tak ketinggalan menyebut klan kebanggaannya dengan mengikutsertaka ­n namanya juga : Aku, "Uchiha" Madara! 

Saat itu juga, kali pertama Madara membangkitkan doujutsunya, Sharingan! 

Izuna tersenyum : Ayah! Lihat mata kakak!
Dajima tersenyum kecil : Fufufu, kita tidak mendapat informasi tentang senju, tapi kita telah mendapatkan sesuatu yang lebih baik disini.

Butsuma (Ayah Hashirama) berbicara lirih : Apakah sharingannya telah dibangkitkan?

Hashirama Edo melanjutkan kisah tentang masa hidupnya kepada Sasukedan yang lain : "PADA WAKTU ITU, AKU TELAH MENGETAHUI MAKSUD DARI SHARINGAN YANG TELAH DIBANGKITKAN. DIA TELAH MEMUSTUSKAN MENGHAPUS DIRIKU YANG TELAH MENJADI TEMANNYA. SETELAH HARI ITU, KAMI TERUS BERTARUNG. HARI DEMI HARI. HINGGA SEBELUM KAMI SADARI, TERNYATA KAMI TELAH MENJADI PEMIMPIN DARI MASING-MASING KLAN."

Saat itu mereka berdua telah tumbuh dewasa dan dipenuhi dengan pengalaman bertarung yang juga bertambah. Terbukti saat mereka berdua tumbuh dan berhasil menjadi pemimpin klannya masing-masing.

Hashirama Edo melanjutkan kisahnya :"KAMI BERADA DITEMPAT YANG JAUH DENGAN IMPIAN KAMI SELAMA INI." 

Setelah bertumbuh dewasa, Hashiramadan Madara menjadi pemimpin klan mereka hingga pada akhirnya tiba waktunya pertarungan yang mempertemukan antara Tobirama dan Izuna. 

Tobirama mejulurkan pedangnya sekuat tenaga dan berniat untuk menyerang Izuna : HIRAISHIGIRI!

JRUASSSHH!!

Perselisihan itu pun membawa luka disalah satu pihak, hingga pada akhirnya seseorang yang mereka anggap penting dari klan mereka ada yang terluka parah. 

Madara berlari sambil mengkhawatirkan ­ keadaan adiknya saat itu : Izuna!!
Hashirama : Madara, kau tidak bisa menang melawanku. Marilah kita akhiri semua ini! Jika shinobi terhebat, Uchiha dan Senju bergabung, negara akan berhenti mencari klan lain untuk melawan kita dan suatu hari pertempurannya pasti akan berhenti. Kemarilah.

Hashirama memutuskan untuk mengulurkan tangannya pada Madara yang berdiri dihadapannya, sebagai tanda untuk menyudahi perseteruan yang berlarut-larut, ­ akan tetapi...

Izuna : Jangan kak, jangan biarkan dia membodohimu!
Madara : !!

BOOOMMM!!!

Tapi akhirnya, Madara memutuskan untuk mundur dengan bom asap waktu itu! 

Hashirama edo kembali bercerita :"SEMMUA DAPAT MELIHAT KALAU UCHIHA YANG KALAH DALAM PERTARUNGAN ITU. sETELAH ITU, KAMI BAHKAN MENGETAHUI SIAPA YANG AKHIRNYA BERGABUNG DENGAN SENJU DAN SAAT ITU PULA MADARA MULAI BERUBAH. DIA MEMBANGKITKAN EMS."

Ternyata luka parah yang disebabkan pertempuran mereka sebelumnya, menunjukkan jalan kematian bagi Izuna. Hingga pada akhirnya, Madara memutuskan kembali dengan mata barunya untuk bertarung habis-habisan. 

Madara : Adikku tewas karena luka itu, dia meninggalkan kekuatannya padaku untuk melindungi Uchiha!
Hashirama : Aku harus memberimu gencatan senjata, jika kau ingin melindungi uchiha, mari hentikan pertempuran ini.
Madara dengan mengaktifkan kekuatan Susanoo menggunakan kekuatan matanya : Hashirama! Kapan kau berhenti bicara tentang impian bodohmu, kita takkan pernah mencapaikata sepakat!

Kini amarah Madara benar-benar diujung tanduk hingga dia membangkitkan kekuatan yang benar-benar menakutkan, tapi pertempuran itu hanya memberikan jalan buntu baginya. Hashirama dan Tobirama masih berhasil menggunggulinya.

Hashirama edo melanjutkan ceritanya: "SETELAH SEHARIAN PENUH BERTARUNG, MADARA TERBARING DITANAH UNTUK PERTAMA KALINYA.' 

Tobirama berdiri tegap dan bersiap menghunuskan pedang ke tubuh Madara yang terkapar : Madara ini akhir hidupmu.
Hashirama dengan kearogansinya : Tunggu, Tobirama.
Tobirama menoleh : Tapi kenapa? Ini kesempatan kita, kan?
Hashirama menjawabnya dengna tatapan menakutkannya : Aku takkan membiarkanmu menyentuhnya.

Seketika respon dari kakaknya itu membuat Tobirama tak bisa berkata apapun.

Madara dengan keadaan yang mulai melemah : Kau juga boleh, cepat selesaikan Hashirama. Jika kau yang melakukannya, aku akan merasa puas.
Hashirama : Tak ada gunanya merasa hebat. Jika kami membunuhmu, para petinggi, para uchiha muda yang mengasihimu akan mengamuk.
Madara : Tak ada satupun di uchiha yang masih merasakan seperti itu.
Hashirama : Tidak, aku yakin ada. Bisakah kita selesaikan seperti biasanya, hanya kita berdua.
Madara : Kau tahu kita takkan bisa, aku tak lagi sama sepertimu. Aku tak punya saudara yang tersisa, dan aku tak bisa mempercayaimu.
Hashirama : Bagaimana agar kau bisa mempercayai kami?
Madara : Jika kau tetap bersikeras meluruskan hal ini, kalau begitu bunuhlah adikmu atau bunuh dirimu sendiri. Dengan begitu kita akan seimbang dan aku akan percaya dengan klanmu!

bersambung......
sumber : teman fb

13.3.13

Cerita Naruto Chapter 623

PANDANGAN

Sebelumnya di Naruto Shippuden, pertemuan Hashirama dan Madara merupakan sebuah takdir bagi kedua klan yang saat itu tengah berseteru! Tapi apakah kedua anak itu mengetahui jati diri klan masing-masing?

GUBRAKK!!

[Mata yang Memandang]


Hashirama edo melanjutkan dongengnya : "Ada anak kecil yang bodoh disampingku yang berpikir untuk mengubah dunia yang kacau ini.Tapi itu memang mengejutkan, aku pikir Madara adalah Seseorang yang membawa keberuntungan."


Flashback berlanjut, Madara kecil kembali menceritakan tentang apa yang dialaminya dalam perang ini padaHashirama kecil.

Madara : Aku bisa memahamimu tanpa melihat dalam dirimu. Lihat saja gaya rambut dan caramu berpakaian, benar-benar kuno. (sambil menyindir Hashirama.)

Flashback berlanjut sambil Hashirama menceritakan kisahnya pada Sasuke waktu dulu.


Hashirama edo : "Meskipun kami memiliki kemiripan tapi kami tak selalumemiliki pendapat yang sama. Setelah pertemuan itu, kami tetap tak pernah mengungkap nama klan kami masing-masing. Kami menunjukkan beberapa teknik ninja dan berbicara bersama tentang masa depan."

Terlihat dalam kilas balik bahwa mereka saling berlatih dan terus berlatih, menampilkan kebolehannya masing-masing bagaikan ninja dewasalainnya. Hingga akhirnya mereka saling beradu tinju dan jatuh bersamaan.

Madara : Taijutsu dan kumite milikmu bagus juga, tapi masih dapat terjatuh denganku.

Hashirama waktu itu memang tidak terjatuh, hanya terdorong beberapa meter dan masih dapat menyeimbangkan tubuhnya.

Hashirama : Itu bukan terjatuh namanya, aku masih bisa berdiri.
Madara dengan senyum meremehkan : Heh?

Tapi ala hasil, Hashirama kecil juga terjatuh juga setelah menerima pukulan batu dari atas.

Hashirama meringis kesakitan : Ouch!!!
Madara : Apa kubilang?

Setelah melewati latihan itu, mereka berdua yang mulai akrab mencari tempat persanggahan untuk mengistirahatka n diri sejenak dengan ditemani segelas botol (dari bambu) untuk wadah minumnya, tentunya sambil berbincang-bincang.

Hashirama : Tapi masalahnya, bagaimana kita bisa mewujudkan perubahan itu? Aku belum bisa membayangkan mengenai pandangan masa depan nanti.
Madara : Pertama-tama, kau harus menjadi dirimu sendiri dan menjadi kuat. Jika kau lemah tidak ada yang akan mendengarmu.
Hashirama : Itu benar, jika kita menguasai banyak jutsu dan menjadi kuat, orang tua tidak akan mengabaikan kita.

STAKK!!

Madara mulai berpindah dari tempatnya beristirahat.
Madara : Kau harus mengatasi kelemahanmu dan melatih jutsumu dengan baik, kini aku sudah lebih kuat dan rata-rata sudah lebih tua darimu.

Madara mengatakan hal itu sambil menahan air kecil, lalu pergi ke dekat sungai.

CHUURRRRR!!!

Tapi tak disangka, Hashirama dengan tingkah jenakanya mengikuti Madara dan mengawasinya terus dari belakang, hingga membuat Madara yang saat itu buang air kecil jadi kesal.
Hashirama dengan senyum iblis : Benarkah dugaanku.
Madara : Kubilang jangan berdiri dibelakangku.
Hashirama menyindir : Aku sudah menemukan titik lemahmu.
Madara : Aku jadi ingin melemparmu kesungai tempatku buang air kecil!!

Hashirama edo kembali menceritakan dongeng masa lalunya kepada Orochimaru dan yang lain : "Semakin sering kami bertemu, semakin dekat hubungan kami satu sama lain."


Suatu hari di kesempatan yang lain, kedua anak itu saling bertemu lagi.
Hashirama sedikit sombong : Madara, aku memiliki jutsu yang luar biasa! Ayo kita kuasai bersama-sama!
Madara : Heh, jutsu apa itu?
Hashirama dengan gaya merapal segel tangan dan melebih-lebihka n : Taijutsu rahasia, jutsu Genjutsu Shuriken Bayangan Super Katon!
Madara : Aku tidak begitu paham.
Hashirama : Sedikit penjelasan mungkin lebih baik-
Madara : Diam! hari ini kita akan berlomba memanjat tebing ini! (Saat itu, mereka berdiri disamping tebing yang tinggi)
Hashirama hanya menunduk dan mendengar perkataan Madara sambil bergaya seperti orang yang kehilangan kepercayaan diri : ...
Madara : Jangan menunjukkan perasaan tertekan seperti itu disaat seperti ini! Itulah titik lemahmu!
Tanpa ada yang mengira, ternyata itu memang seperti tipu daya Hashirama, dia memanjat ke atas tebing itu sebelum Madara selesai berbicara.

Hashirama sambil tersenyum : AHAHAH! Aku duluan!
Madara yang berada dibawahnya kesal: Sialan! Kau hanya berpura-pura!


Sampai pada akhirnya, mereka sampai diatas tebing yang bisa dibilang tinggitersebut.

Hashirama sambil beristirahat sejenak: Aku pemenangnya.
Madara masih kesal : Tentu saja, kau mulai start-nya sebelum aku!

Dari atas tebing itu, mereka bisa melihat pemandangan yang jauh sampai ke dalam hutan.

Hashirama bercucuran keringat : Kau bisa memandangi seluruh isi hutan dari sini.
Madara : Ya, kau bisa melihat sampai terjauh. Aku percaya bahwa aku bisa mengalahkanmu saat waktunya datang. Ingin memberi tantanganku untukku?
Hashirama : Kenapa harus tiba-tiba? Sepertinya terlihat rasa percaya diri dari matamu.
Madara : Tentu saja! Aku punya Sha- (tiba-tiba Madara berhenti menyelesaikan kalimatnya.)
Hashirama penasaran bercampur bingung : Ada apa?
Madara : Tidak ada, sampai saat ini akubelum begitu kuat.
Hashirama : Apa? Kedengarannya anehsaat mendengar kata-katamu.
Madara : Jika aku saudara yang baik aku tidak akan membiarkan saudaraku mati. Aku tak bisa melindungi mereka!

Hashirama kecil tiba-tiba teringat dengan kematian Itama, saudaranya sendiri.

Hashirama : Apa kau masih punya saudara?
Madara : Aku masih memiliki adik. Aku akan melindunginya apapun yang terjadi!!
Hashirama tiba-tiba mencairkan suasana saat itu : Mari kita dirikan pemukiman disini! Kita buat tempat tinggal dimana anak-anak tidak salingmembunuh satu sama lain! Kita akan bangung sekolah tempat dimana anak-anak tumbuh dan menjadi kuat! Misi akan dipilih tergantung kekuatan dan kemampuan pribadi individu! Para senior akan membimbing ke arah yang tepat! Di desa kita kelak, anak-anak tidak akan dikirim ke medan perang!
Madara dengan senyum kecilnya : heh, kaulah satu-satunya yang punya ide bodoh seperti itu!
Hashirama : Apa kau juga tak kepikiran?
Madara : Ya, ketika kita membangun pemukiman sendiri, aku akan mengawasi baik-baik adikku! Heheeh!


Madara edo kembali menceritakan gambaran masa kecilnya itu pada Sasuke dan yang lain : "Itulah yang nantinya menjadi desa Konoha! Waktu itu, aku telah memutuskannya. Aku sempat menantang pendapat yang berlawanan, untuk membuat pemikiran itu menjadi kenyataan!"

Setelah kejadian itu berlalu, mereka pun pergi ketempat tinggal mereka masing-masing di sungai tempat pertama kali mereka bertemu! Namun sebelum mereka berpisah, mereka sempat melemparkan batu melewati sungai itu yang kemudian mereka simpan sebagai sebuah "tanda perpisahan."

Madara : Kita akan pergi ke sisi lain sungai ini.
Hashirama : Batu yang kulemparkan, kuharap kau menjaganya sampai kita bertemu lagi!

Saat sampai di tempat tinggal Hashirama, dia bertemu langsung dengan adiknya, Tobirama.

Tobirama : Kakak, aku perlu bicara denganmu.

Ternyata saat diajak masuk ke dalam sebuah pondokan, ayahnya sudah menunggu Hashirama disana.

Ayah Hashirama : kau bertemu dengan seorang anak.
Hashirama : Bagaimana ayah bisa tahu?
Tobirama : Ayah memintaku untuk mengawasimu. Aku bisa merasakannya. Terakhir gerak-gerikmu terlihat mencurigakan.
Ayah Hashirama : Aku mencari tahu informasi tentang anak itu. Dia berasal dari Klan Uchiha!

JDEEEGGG!!!
Hashirama pun terpaku mendengar kenyataan itu sambil terdiam kaku mendengar perkataan sang ayah.
Ayah Hashirama melanjutkan : Dia bahkan memiliki pengalaman karena telah membunuh ninja dewasa dari klan kita. Dia sepertinya terlahir sebagai shinobi yang berbakat.
Pikir Hashirama : Jadi itu benar. (sepertinya Hashirama sudah menduganya sejak lama)
Ayah Hashirama : Mengetahui bahwa kau tak begitu terkejut, aku kira kalian sudah saling mengenalkan namaklan masing-masing?
Hashirama : Tidak, aku tak tahu. Dan mungkin dia juga tak tahu sepertiku.
Ayah Hashirama : kau tahu artinya, bukan? Aku tak perlu membicarakannya dengan orang lain. Jika kau tak ingin dikatakan sebagai mata-mata, berikutnya nanti saat kaubertemu dengannya terus ikuti dia dan bawa informasi tentang klan Uchiha. Ini adalah misi. Jika ternyata dia sudah menyadarinya... .bunuh dia!
Hashirama : A-apa dia benar-benar dari klan Uchiha?
Ayah Hashirama seperti menahan sesuatu dari dirinya : Dia..!! Jika dia menyadari kalau kau berasal dari Senju, mungkin dia tidak akan berdiam diri atau akan mencuri informasi kita. Jangan percaya padanya!
Hashirama masih mengelak : Tidak, dia tidak pernah-
Ayah Hashirama : Kau tidak pernah tahu apa yang dia pikirkan. Jika kau lengah, kau berarti telah membahayakan klan Senju. Tobirama dan aku akan mengawasimu. Mengerti?
Malamnya, Hashirama sempat melihati batu yang diberikan Madara saat perpisahannya sebelumnya. Akan tetapi, keesokan harinya, Hashirama kembali ke sungai dan bertemu denganMadara kembali.

Madara : Pertama-tama, ayo kita lempar batu sebagai tanda pertemuan kita.
Hashirama : Ya.

WETTTHHH!!

Saat batu yang mereka pegang masing-masing dilemparkan, tak ada tanda keanehan, akan tetapi saat mereka menerima lemparan batu dari sisi lain sungai itu, mereka merasakan keanehan yang sama.

CLECKK!!!

Madara & Hashirama terkejut seolah-olah ada yang aneh dengan batu yang mereka terima : !!!
Madara : Maaf ya hashirama, sepertinya hari ini aku ingat ada hal yang harus kulakukan.
Hashirama menjumpai keanehan dengan tingkah Madara itu : ... A-aku mengerti, baiklah, aku juga akan pulang cepat hari ini.

Ternyata ala hasil, batu yang mereka terima sudah ada tulisan yang mengatakan, "Larilah! Ini jebakan, cepat pergi!"

TAK!TAK!!

Hashirama dan Madara cepat-cepat beranjak pergi dari tempatnya!
Dari balik pepohonan, ternyata terlihat Ayah Hashirama sudah mengawasi mereka.
Ayah Hashirama : kecepatannya? Apakah dia sudah merencanakannya ? Hashirama pasti memberitahunya! Ayo pergi, Tobirama! Ya! 


Ternyata tulisan di batu itu sengaja ditulis oleh Hashirama maupun Madara yang isinya untuk saling berhati-hati karena masing-masing dari klannya sudah mengetahui siapa jati diri mereka masing-masing!

JRUASSHHH!!!

Saat mereka berdua menjauh, ternyata masing-masing dari perwakilan Klan baik Senju maupun Uchiha hari itu juga mengirimkan wakilnya, satu ninja dewasa dan satu ninja anak-anak begitu juga dengan Senju. Mereka adalah ayah dan adik dari Madara maupun Hashirama.


Tajima Uchiha (ayah Madara) : Jadi kita memiliki pikiran yang sama, Butsuma Senju.
Izuna Uchiha : Dan Tobirama!

Butsuma Senju (ayah Hashirama) : Sepertinya begitu, Tajima Uchiha.
Tobirama : Dan Izuna!

Bersambung.

12.3.13

Biaya Pengurusan SITU

Lanjutan dari Susah Mengurus Situ
Setelah beberapa minggu saya mengabaikan dan tidak mengharapkan SITU (Surat Izin tempat Usaha) usaha selesai karena rumit dan tidak ada kesamaan peraturan baku, akhirnya dapat SMS bahwa SITU saya sudah siap dan segera untuk di ambil.

SMS masuk untuk pengambilan SITU saya abaikan pada hari itu, selain karena kesibukan usaha juga mencari informasi biaya ke teman yang sesama pengurusan izin usaha bulan lalu. informasi biaya SITU akhirnya saya dapatkan, yang mana biaya SITU memang gratis sesuai program pemda setempat, tapi saat ini dikenakan biaya HO (Izin Lingkungan). Yang mana biaya tersebut disesuaikan dengan luas tempat, semakin luas tempat semakin mahal biaya yang harus di storkan ke dinas pengurusan izin usaha.

Keesokan harinya saya pun berangkat untuk mengambil SITU yang telah selesai. sesampai di kantor dinas tersebut, saat pengambilan seorang pegawai berkata "maaf surat belum siap, karena ada yang baru lagi sekarang". dengan emosi karena dipermainkan saya pun berucap "kalau belum siap, kenapa kemarin di SMS?" dan "kenapa teman yang lain, tidak serumit punya saya?" dengan dalih perubahan baru dan memberikan nomor kontak person salah satu petinggi pegawainya.

Saat di telpon, dia meminta tunggu sebentar biar dijelaskan bahwa ada perubahan antara pengambilan SITU saya dengan SITU teman yang telah mengambil minggu lalu. Kurang lebih 30 menit pun saya menunggu kedatangan pegawai tersebut, dengan rasa emosi karena waktu saya habis untuk menunggu dan ketidakjelasan.

Setelah bertemu, pegawai tersebut mengatakan "ini surat yang belum siap dari Dinas Pariwisata, agar membantu usaha anda agar tidak bermasalah saat kedepan" sambil dalam hati saya yang dongkol "kok usaha warnet kenapa ada hubungan dengan Dinas Pariwisata?". Akhirnya pun saya mengalah agar urusannya tidak terlalu lama, sambil dia menunjukkan sambil menyalahkan kapolsek kecamatan saya yang tidak mau mengeluarkan rekom izin usaha. pegawai pun berkata, "ini SITU-nya, tiap tahun dilaporkan kegiatan usahanya dan biaya tahunnya, di belakangnya ada tabel tanggal pembayarannya". lho ini seperti pajak tahunan saja? kok harus membayar tiap tahun, jelas-jelas SITU-nya cuma berumur tiga (3) tahun.

Akhirnya pegawai tersebut mengkalikan luas tempat usaha saya dengan ketentuan mereka, yang totalnya saya harus membayar Rp. 274,000,- wew, tiap tahun atau tiga tahun lagi harus membayar lagi :-/
saya pun belum paham apakah SITU itu 3 tahun atau 5 tahun masa berlakunya. Bagi saudara-saudari yang ingin mengurus SITU agar mempersiapkan dana lebih dan luas usaha anda agar tidak terlalu luas :-)

Tips Agar Kaca Mobil Tidak Berjamur

Kaca mobil anda pernah berjamur atau belum?
Ada baiknya anda perhatikan terlebih dahulu agar kaca mobil baru dan mobil keren anda tidak ada jamurnya. bila telah berjamur akan menganggu pandangan anda saat mengendarai mobil. berikut tips-tips bagaimana merawat kaca mobil kamu agar terhindar dari jamur.


  1. Usahakan ketika mencuci mobil jangan di tempat panas (langsung terkena sinar matahari), cucilah di tempat yang teduh.
  2. Hindari penggunaan air tanah untuk mencuci mobil (karena kualitas air tanah tidak terjamin) usahakan pakai air PAM.
  3. Setelah diguyur hujan, kaca mobil langsung dibersihkan dan dikeringkan supaya jamur tidak timbul di kaca. 

Itulah tips-tips merawat kaca mobil agar terhindar dari jamur. Semoga bermanfaat!

11.3.13

Keyboard Aneh

Perkembangan model keyboard sebagai alat perangkat keras dari personal computer terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Namun perkembangan model keyboard saat ini saya menemukan model yang aneh.

Aneh menurut saya karena tidak biasa dengan posisi tombol pada bagian kiri pada keyboard tersebut, bahkan tidak jarang jari kelingking saya salah menekan tombol ketika hendak menekan tombol "tab, caplock, dan shift" karena berfikir masih ada tombol di ujungnya.

Dengan model yang tipis dan ringan cukup rawan saat jatuh, bila jatuh bisa berdampak pecah dan tombol-tombolnya berserakan. moga saja keyboard model ini tidak lagi di produksi, karna cukup membingungkan bagi penggunanya. terutama bagi anak-anak sekolah yang baru memulai belajar.