13.6.12

Puisi Religi Hermansyah Adnan

Mereka Yang Terhina
Orang-orang dipaksa keluar dari ruang kemanusiaannya
kemudian berlarian mencari perlindungan
di sudut-sudut kehidupan yang kelam

Keringat dan airmata kering dihisap derita
tertatih menyeret beban kehidupan
dalam lorong waktu yang gelap
hingga tak tahu berapa sudah usia
tak sadar siang atau malam

Apalah artinya hidup
jika tubuh bagai sampah yang dipungut pemulung
perasaan dikupas dari sanubari
kasih sayang ditanggalkan dari dinding hati
pikiran beku bagai besi karat
tenaga dikuras menjadi ampas
jiwa pun dilemparkan ke kandang binatang

Duhai nurani, bangkitlah dari ketakutan
tarikkanlah nafas kemanusiaan dari relung-relung jiwa yang tertindas
ya Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
angkatlah hamba-hamba-Mu yang terbuang dalam jurang kehinaan
  Kepada Kaum Selibriti
apa yang dapat kita banggakan
ternyata ketenaran yang kita miliki
telah mengurung diri ke dalam bingkai lukisan
yang dipajang di dinding
kita pun terpasung dipuja bagai patung

Alangkah sedihnya
jeritan kepedihan dianggap nyanyian
orang-orang pun berjoget di atas jiwa kita yang mengerang

alangkah malangnya
suara hati tenggelam riuhnya tepukan
jika saat itu kematian hadir, kerumunan penggemar akan menjadi kuburan

dimanakah kebahagiaan
jika tawa tergerak dari bibir yang gemetar
keceriaan terbersit dari wajah ketakutan
kesenangan muncul dari hati yang gelisah
kita idola yang melambung tinggi
terbawa angin badai yang bergemuruh dari panggung-panggung hiburan

sadarlah
kehidupan dunia telah menipu kita
matahari di langit pun seolah ingin melompat ke bumi
untuk mengingatkan kita agar jangan terus terlena
dengan bintang kehidupan yang semu...
  Alangkah Setianya
alangkah setianya
jantung tak pernah berhenti berdenyut
nafas tak pernah diam

kita tak ingin mati
padahal jantung telah cukup lelah menghentakkan ambisi dan nafsu yang liar
padahal nafas sudah tak tahan masuk ke paru -paru yang kotor dan beracun

alangkah indahnya jika detak jantung senada dengan irama kehidupan
yang lembut dan damai
alangkah segarnya jika tarikan nafas
selaras dengan desir angin yang sejuk dan nyaman

maka, janganlah khianati lagi
jantung dan nafas kita begitu setia…
 

No comments: