Berikut daftar penggunaan bagian-bagian tubuh babi dalam berbagai macam produk:
- Ujicoba senjata kimia: karena kesamaan jaringan kulit /daging babi dengan manusia.
- Eskrim: gelatin mencegah kristalisasi gula dan memperlambat proses pencairan.
- Pupuk: dibuat dari bulu babi yang diproses.
- Mentega rendah lemak: gelatin digunakan untuk memperbaiki teksturnya.
- Bir: gelatin digunakan untuk mencerahkan warna minuman agar tidak keruh.
- pakaian: asam lemak dari tulangnya memberi warna
- Kuas cat: dibuat dari bulu babi.
- Jus buah: gelatin membuat warnanya tampak cerah.
- Shampo: asam lemak dari tulang digunakan untuk membuat penampilannya terlihat seperti mutiara.
- Lilin: asam lemak dari tulang memperkeras bahan lilin (wax) dan meningkatkan titik lumernya.
- Roti: protein dari bulu babi digunakan untuk melembutkan adonan.
- Peluru: gelatin dari tulang digunakan untuk mempermudah proses pemasukan bubuk mesiu ke dalam cangkang peluru.
- Tablet obat: gelatin digunakan untuk pembungkusnya agar lebih keras.
- Bubuk pembersih / deterjen: asam lemak dari tulang, digunakan untuk mengeraskan serbuknya.
- Cat: asam lemak dari tulang digunakan untuk meningkatkan efek kilaunya.
- Tamborin: dibuat dari kantung kemih babi.
- Minuman anggur: gelatin menyerap elemen keruh sehingga membuat cairannya bening
- Kertas: gelatin dari tulang digunakan untuk meningkatkan kekakuan dan mengurangi kelembaban.
- Heparin: digunakan untuk mencegah terjadinya pembekuan darah, diambil dari lendir yang ada di usus babi.
- Sabun: asam lemak dari tulang digunakan untuk memperkeras dan memberi warna sabun.
- Gabus: gelatin tulang digunakan untuk merekatkannya.
- Insulin: diambil dari pankreas babi, karena hampir mirip dengan struktur kimia dalam tubuh manusia.
- Yogurt: kalsium dari tulang babi ditambahkan ke dalam proses pembuatan yogurt.
- Rokok: hemoglobin dari darah babi digunakan dalam
pembuatan filter rokok yang diharapkan bisa mengurangi efek kimia yang
masuk kedalam tubuh perokok.
- Negatif film: gelatin tulang babi digunakan sebagai zat perekat pada lembaran film.
- Makanan anjing: hemoglobin darah babi digunakan sebagai zat pewarna merah.
- Terapi fotodinamik: hemoglobin digunakan dalam obat untuk merawat retina mata. Obat itu diaktifkan dengan menembakkan sinar laser ke dalam mata.
- Pelembab: menggunakan asam lemak tulang babi.
- Camilan anjing: moncongnya digoreng.
- Krayon: asam lemak digunakan untuk mengeraskannya.
- Sepatu / tas: lem tulang babi digunakan untuk meningkatkan tekstur dan kualitas kulit (hewan apapun). Di samping itu banyak juga sepatu yang terbuat dari kulit babi (bisa dilihat dari corak bintik pada kulit)
- Rem kereta: abu tulang babi digunakan dalam proses produksinya.
- Pasta gigi: glycerin babi digunakan utuk membentuk tekstur pastanya.
- Lem transparan: lem sangat kuat yang digunakan dalam industri perkayuan, diturunkan dari kolagen babi.
- Masker wajah: kolagen untuk menghilangkan kerut.
- Energi alternatif: bagian-bagian sampah yang tersisa digunakan sebagai bahan bakar untuk listrik.
- Energy bar: kolagen yang diproses merupakan sumber protein yang murah untuk para binaragawan atau mereka yang ingin membentuk tubuhnya.
- Keju krim: gelatin menjadikannya stabil.
- Whipped cream: gelatin memperbaiki teksturnya.
- Permen: gelatin babi digunakan untuk bahan perekat
dan pembuat gel, dan memastikan bahwa adonan permen mencapai tekstur
tertentu. Sering digunakan untuk pembuatan jenis permen liquorice,
permen kenyal dan permen karet.
Seorang penulis yang penasaran, Christein Meindertsma, mencoba melacak kemana saja bagian-bagian tubuh babi itu pergi.
“Seperti kebanyakan orang, saya hanya sedikit mengetahui apa yang
terjadi setelah seekor babi meninggalkan rumah jagal. Oleh karena itu
saya berusaha untuk mencari tahu. Saya mendatangi seorang teman peternak
babi yang setuju mengizinkan saya untuk mengikuti salah satu dari
hewan-hewannya.”
Dengan nomor identitas
05049 yang tertulis pada
label kuning yang melekat di telinganya, perjalanan seekor babi berakhir
dalam keadaan yang menakjubkan. Bagian-bagian tubuhnya
digunakan paling tidak untuk 185 keperluan yang berbeda. Mulai dari pabrik
permen dan shampo, hingga roti, body lotion, bir, dan peluru.
Christein berkata, “Saya sangat terkejut ketika saya mulai mengetahui
betapa luar biasa dan bervariasinya kegunaan dari seekor babi.
Sepertinya pada masa sekarang ini, babi tidak lagi sekedar dipandang
sebagai hewan , tapi lebih sebagai bahan baku mentah industri dengan
jenis pemanfaatan berbeda yang jumlahnya tidak terbayangkan.”
Menurut catatan babi dengan nomor identitas
05049 yang diikutinya,
sebanyak 4,9 pon dari total bobot tubuhnya 272 pon, digunakan untuk pembuatan permen kenyal. Sementara
4,8 pon digunakan untuk pembuatan permen liquorice. Dalam proses tersebut,
kolagen dikeluarkan dari babi, kemudian diubah menjadi gelatin. Dari sini kemudian, penggunaannya dalam proses produksi makanan semakin beragam, terutama sebagai agen pembentuk gel.
Meskipun tidak semua permen di Inggris mengandung gelatin babi, tapi banyak yang menggunakannya. Termasuk permen produksi
Marks & Spenser yang sangat populer dan sesuai namanya, yaitu permen Percy Pigs.
Tidak hanya permen yang mengandung gelatin.
Dalam bir, anggur, dan jus, gelatin babi digunakan untuk menghilangkan warna keruh dari minuman. Gelatin itu bekerja sebagai agen pencerah, dengan cara bereaksi dengan
tannin dalam cairan dan menyerap keruh.
Sebagian
eskrim, whipped cream, yogurt, dan juga mentega, mengandung gelatin. Demikian pula makanan hewan peliharaan. Yang lebih mengejutkan,
sejumlah produk obat-obatan juga mengandung gelatin. Semuanya, mulai dari penghilang rasa sakit hingga multivitamin.
Produk-produk kebersihan diri dan kecantikan, juga dibuat dengan bahan babi.
Asam
lemak dikeluarkan dari lemak tulang babi, yang digunakan dalam shampo
dan conditioner untuk memberi efek tampilan yang bersinar, sepeti
mutiara. Jenis asam ini juga bisa ditemui di sejumlah body lotion, alas
bedak, dan krim anti kerut.
Glycerin yang dihasilkan dari lemak babi, juga digunakan sebagai bahan dalam pembuatan
berbagai macam produk pasta gigi.
Christein yang berasal dari Belanda, adalakalanya bertemu dengan
beberapa perusahaan yang enggan untuk membantu dalam petualangannya
mengikuti perjalanan sang babi. Sebagian perusahaan lainnya menyatakan,
tidak sadar jika produk mereka mengandung elemen yang diambil dari
bagian tubuh babi, karena ada pihak antara yang terlibat dalam proses
produksi dan distribusinya.
Kebingungan konsumen juga tidak terbantu dengan hanya melihat label
bahan pembuatan produk, karena tidak dijelaskan dari mana bahan-bahan
itu diambil.
Menurut
Food Standards Authority, tidak ada kewajiban hukum
bagi produsen untuk menyebutkan secara khusus, apakah gelatin yang
mereka gunakan berasal dari babi atau hewan lain. Bila disebut secara
khusus dengan sebutan
suiline gelatin, seringkali membingungkan. Karena
suiline bukanlah kata yang dikenal masyarakat umum (dalam bahasa Inggris).
Menurut Richard Lutwyche, seorang peternak babi yang berpengalaman
lebih dari 60 tahun, Ketua Traditional Breeds Meat Marketing Company dan
seorang anggota dari
British Pig Association, alasan terbesar dari kebingungan masalah produk babi ini karena kebanyakan peternakan babi berskala industri.
“Di Inggris, peternakan komersial besar mengirim babi-babi mereka ke
sejumlah rumah jagal besar. Tempat pejagalan yang akan menjual babi-babi
itu ke pasar yang berbeda, berdasarkan produksinya,” kata Lutwyche.
“Apapun yang tidak bisa mereka jual, maka mereka harus membakarnya.
Maka adalah demi kepentingan mereka, untuk menjual sebanyak mungkin yang
mereka bisa.”
“Ada ungkapan lama yang mengatakan,
‘bicara soal babi, Anda bisa memanfaatkan semuanya, kecuali bunyi jeritannya.’ Selama lebih dari 100 tahun penggunaannya berkembang pesat,” ujar Lutwyche.
Yang mengejutkan, banyak produk lain yang juga dibuat dengan babi sebagai bahannya.
Seperti negatif film yang menggunakan kolagen dari tulang babi.
Sepatu
yang menggunakan kulit babi dan lem tulang dari babi untuk meningkatkan
kualitas bahan-bahan kulit lainnya. Serta cat yang menggunakan lemak
tulang babi untuk memperkuat efek bersinarnya.
Sebagian pabrik rokok menggunakan hemoglobin dari darah babi untuk membuat filter pada rokok.
Lain kali jika membeli
roti, mungkin Anda perlu melihat kemasan pembungkusnya. Sebagian produsen menggunakan L-cysteine, yaitu protein yang dibuat dari bulu babi atau hewan lain, yang berguna untuk melembutkan adonan.
Penggunaan paling aneh dari babi yang berhasil ditemukan Christein adalah dalam
pembuatan peluru dan bahan peledak. Gelatin tulang babi digunakan untuk memasukkan bubuk mesiu ke dalam peluru.
Sulit rasanya untuk tidak terkesan dengan variasi dan fleksibitas
dari hewan ini, yang bisa digunakan untuk berbagai macam keperluan
industri.
Sepertinya tidak ada yang terbuang dari babi nomor
05049 itu.
Moncongnya menjadi makanan camilan untuk anjing.
Sementara kupingnya menjadi bahan percobaan dalam pembuatan senjata
kimia, karena kesamaannya dengan jaringan kulit/daging manusia.
Pembuat tato seringkali membeli potongan dari kulit babi untuk
melatih keterampilan mereka, karena kesamaannya dengan kulit manusia.
Alasan yang sama digunakan untuk mengobati pasien yang terkena luka
bakar.
Babi memberi kontribusi besar dalam
bidang
kedokteran, dengan insulin yang dihasilkannya, obat pengencer darah
dari heparin dan katup jantung babi. Semuanya bisa dimanfaatkan.
Bagi Muslim, orang vegetarian, Yahudi, dan orang-orang lain yang
berharap bisa menghindari produk terbuat dari bahan babi, berita tentang
penggunaan babi yang begitu luas bukanlah sebuah berita bagus. Kerja
rumit yang harus dilewati oleh produsen makanan global dan proses
industri, seakan memastikan bahwa hampir tidak mungkin menghindari babi
sama sekali.
Namun, bagi seorang Muslim ada kunci yang selalu harus diingat, yaitu
bahwa yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, di antara keduanya
ada yang samar-samar atau syubhat. Maka barang siapa yang menjaga diri
dari perkara yang syubhat, berarti ia telah selamat.
sumber : Hidayatullah